Pegikemana

Menelusuri Jejak, Merangkai Cerita

  • Home
  • Traveling
    • Museum
    • Walking Tour
      • Indonesia
      • Overseas
      • Candi
    • Gastronomi
  • Book
  • About


Sebuah perjalanan yang tak direncanakan dan sebenarnya ini adalah rute jalan kaki yang biasa. Bagaimana tidak, berkali-kali aku lewat tempat ini tapi baru sekarang menyadari kalau pagar ini sudah ada sejak 1753.




Benteng atau Fort yang sekarang jadi pagar Rumah Tahanan tersebut merupakan cikal bakal bangunan permanen di kawasan budaya Jetayu kota Pekalongan kalau aku lihat di peta tahun 1790. Bahkan di lukisan serta denah tahun 1753, area tersebut masih berupa tanah kosong dengan sedikit sawah di sebelah barat dan ada sungai serta parit.

Tentulah akan lapang sekali memandang pelabuhan di timur laut sana serta laut jawa di utara. Kamu juga bisa dengan mudah menjelajah Fort Peccalongan ini, mudah saja karena areanya termasuk rapi dengan trotoar. 

Di sekitar benteng ada museum batik, kantor pos, atau kuliner Limun oriental yang legendaris itu. Kalau mau makan bakso serta es teh sambil lihatin benteng juga bisa banget. Aku kasih panduan walking tournya di sini:


Akhirnya ke Bogor lagi, ya meski lumayan sering lewat...tapi di akahir 2025 ini kok pas banget dapat kolaborasi kerjaan di kota Bogor untuk eksplorasi sejarah. Melewati jalan-jalan yang dulu sering kulihat dari dalam angkot. 

Bogor di 2025 sudah jauh berbeda, trotoar di sepanjang kebun raya yang sangat layak untuk berjalan kaki maupun berlari salah satunya. Pun kawasan Suryakencana yang tak sebecek dulu. 

Keruwetan yang dulu kurasakan yang berasal dari pikiranku maupun dari kondisi sekelilingku sudah terurai di kunjunganku yang disambut hujan itu. Betapa syahdunya, berjalan di kota hujan sembari berpayung karena hujan. 

Sebuah ketenangan yang harganya mahal. Ini perjalanan yang nampak sederhana, tapi bagiku harus kuabadikan. Inilah video nyaris 40 menit yang merekam 8km acara jalan kakiku menelisik tempat bersejarah di kota hujan.

walkingtour amir sjarifuddin

Rute walking tour sejarah di Cikini biasanya tak akan jauh dari Raden Saleh, namun kali ini aku menjelajah gang demi gang menelusuri jejak Amir Syarifuddin. Tokoh nasional yang bukan pahlawan nasional. Amir adalah pemuda revolusi, sirkelnya M. Yamin di kos-kosan yang sekarang jadi Museum Sumpah Pemuda.

Namanya hidup, Amir ini termasuk yang career path nya unik. Dari pemuda Batak kaya yang sekolah di Belanda, lalu kuliah di Batavia, hingga puncaknya jadi perdana mentri. Ah, tapi tak akan jadi unik jika kita mengabaikan sisi kirinya. Bagaimana dia akhirnya dieksekusi tanpa peradilan. 

Yuk, kita saksikan penjelajahan jejak Amir Sjarifuddin di Cikini hingga Harmoni.

Pracima Tuin

Taman Pracima Tuin Mangkunegaran Solo membuatku merasa tenang sekali menikmati pergantian dari siang ke malam. Datang kesini berarti menikmati keindahan nuansa jawa yang kental, arsitektur yang cantik, serta makanan yang tak biasa kutemui di luaran sana. 

Tentang Taman Pracima Tuin

Kota Solo selalu memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Selain memiliki berbagai macam destinasi wisata sejarah dan budaya, kota ini juga memiliki banyak ruang terbuka hijau yang asri dan nyaman untuk dikunjungi. Salah satu destinasi wisata baru di Kota Solo yang patut dikunjungi adalah Taman Pracima Tuin.

Pracima Tuin

Pracima Tuin artinya taman di barat, karena letaknya di barat Puro Mangkunegaran. Taman ini dibangun pada masa Mangkunegoro VII pada tahun 1920-an. Mangkunegoro VII terinspirasi dari taman Kota di Belanda saat beliau bersekolah di sana. Awalnya merupakan taman pribadi keluarga Mangkunegaran, namun kini dibuka untuk umum.

Pracima Tuin


Aktifitas Seru di Taman Pracima Tuin

Taman Pracima Tuin memiliki luas sekitar 2 hektar. Taman ini dikelilingi oleh pepohonan rindang yang membuat suasananya menjadi sejuk dan asri. Selain itu, terdapat juga beberapa bangunan bersejarah, seperti gazebo, air mancur, dan kolam.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan di Taman Pracima Tuin:

  • Bersantai dan menikmati suasana
  • Berfoto, namun untuk keperluan komersil pastikan sudah meminta izin ke manajemen Pracima Tuin
  • Berwisata kuliner

Menu Makanan Pracima Tuin


Hidangan Pembuka

  • Brubus (Rp35.000): Daging giling, bawang putih dan merah, ketumbar dibungkus sawi putih, sambal kencur dan areh santan.
  • Urap Pitik Linting (Rp30.000): Campuran sayur urap, kenikir, bunga turi, melanding, kecombrang, tauge, buncis, dan kelapa urap disajikan dengan ayam linting marinasi resep kuno dan saus cuka.
  • Lidah Sapi Goreng (Rp40.000): Lidah yang dimarinasi dengan air rempah dan bawang, digoreng dan disajikan dengan taburan bawang goreng.
  • Bakwan Jagung (Rp25.000): Camilan berbahan dasar jagung, telur, dan sedikit tepung. Makanan ini merupakan warisan kuliner yang dipengaruhi oleh kuliner Spanyol dan Portugis.
  • Selad Tomat Kaliyan Keju (Rp50.000): Keju yang terbuat dari susu sapi segar diolah menjadi keju Ricota dengan rasa lada hitam, disajikan dengan irisan tomat segar, jagung salsa, dan remahan olive hitam kering.
  • Huzarensla (Rp45.000): Selad dengan isi kentang, wortel, dibalut dengan mayo lalu disajikan dengan pithik linting, selada, acar, kubis, nanas madu, tomat, bengkoang, acar bombay.

Sop

Sop Daging Rempah (Rp55.000): Kaldu sapi yang dibuat dengan campuran rempah dan disajikan dengan daging kisi kembang, wortel, tomat, dan taburan daun bawang.

Sop Jamur Kenthel (Rp55.000): Terbuat dari kaldu jamur lalu dimasak dengan campuran jamur kemudian dihaluskan untuk mendapatkan konsistensi sup kental, ditambah topping roti garing dan renyah.

Menu Dedhaharan Utama (Makanan Utama)

Pepes Grameh Kemangi (Rp85.000): Ikan gurame segar tanpa tulang dibumbui dengan bawang putih dan merah, kemiri, cabai, kemangi, irisan jamur, tomat ceri, jeruk nipis, dan disajikan dengan nasi gurih.

Lidah Gongso (Rp100.000): Lidah yang diproses dengan pengasapan dan teknik memasak dengan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil rasa yang sangat tebal dan wangi asap yang seimbang, lalu disajikan dengan nasi hangat.

Dendeng Age (Rp155.000):  Daging has dalam dengan potongan tebal dimarinasi dengan resep kalsik atau resep turun temurun dari pemimpin Mangkunegaran terdahulu yang sudah menjadi hidangan kegemaran, disajikan dengan umbi-umbian Jawa.

Sate Pitik (Rp90.000): Sate ayam memakai potongan bagian paha dengan potongan tebal lalu dimarinasi dengan resep klasik, disajikan dengan bumbu kacang, dan nasi.

Iga Goreng Komplit (Rp150.000): Iga sapi dengan proses masak ungkep menggunakan bumbu rempah klasik, disajikan dengan sambal terong, sayuran, dan nasi hangat.

Menu Unjukan (Minuman)

Kunyit Asam (Rp25.000): Kunyit adalah salah satu rempah nusantara yang sering dipakai oleh nenek moyang, dipakai di bahan makanan atau minuman dicampur dengan asam jawa yang khas, gula aren serta sedikit gula putih dan garam supaya lebih sedap.

Beras Kencur (Rp25.000): Minuman tradisional yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, terbuat dari bahan-bahan pilihan berkualitas untuk rasa yang segar, berbahan utama beras, kencur, jahe emprit, kunyit, asam jawa, gula jawa, gula aren, gula pasir, dan garam.

Sinom (Rp25.000): Sinom terbuat dari bagian tanaman asam, yakni bagian daunnya yang masih muda. Sinom sendiri memiliki rasa yang lebih light dan tidak terlampau asam. Gula jawa dan gula pasir mampu menyeimbangkan rasa menjadi lebih nikmat dan segar.

Pareanom (Rp35.000): Keunikan rasa jeruk baby java, jeruk siyem madu, serta jeruk lemon dipadupadankan dengan simple syrup dan kolang-kaling menjadikan rasa minuman yang segar.

Wedang Rempah Jahe (Rp30.000): Cuaca yang tidak menentu sering kali membuat tubuh kita mudah drop, orang Jawa kuno sering menggunakan rempah jahe untuk menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh, dipadupadankan dengan pekak, kapulaga, kayu manis, cengkih, jahe emprit, yang dikupas dan dicuci bersih, serta dicampur sirup dan sereh.

Wedang Rempah Lemon (Rp30.000): Lemon dikenal dengan sejuta khasiatnya, rempat-rempah nusantara pekek, kapulaga, kayu manis, cengkih, jahe emprit, serta sereh menjadi pilihan yang tepat untuk musim penghujan.

Es Dawet Selasih (Rp35.000): Dawet ayu dikombinasikan dengan bubur ketan hitam, bubur sumsum, gula dawet putih, dan disajikan dengan kuah santan.

Es Tape Ijo (Rp35.000): Olahan yang sangat nikmat terbuat dari tape ketan hijau dicampur dengan kuah santan, simple syrup serta kondimen lain seperti bubur sumsum dan potongan roti tawar menjadikan minuman es tape ijo ini memiliki karakter yang unik.

Es Belimbing Wuluh (Rp35.000): Belimbing wuluh tidak hanya digunakan untuk masakan saja, namun biasanya juga digunakan untuk membuat minuman segar yang mampu untuk menurunkan kadar gula darah, sifatnya yang bukan merupakan buah musiman menjadikannya mudah ditemui di mana saja sepanjang waktu.

Teh Pracimasana (Rp30.000): Sejarah minum teh dari Praja Mangkunegaran sejak dari zaman Pengageng Puro Mangkunegaran sebelum-sebelumnya memang begitu lekat, kejayaan perkebunan keluarga kerajaan, yakni Perkebunan Kemuning yang coba dihadirkan kembali, dipadukan dengan kekayaan rempah nusantara, sepert secang, kayu manis, cengkih, jeruk nipis, dan madu menjadikan Teh Pracimasana yang begitu nikmat.

Mineral water (Rp30.000)

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk berkunjung ke Taman Pracima Tuin:

  • Reservasi jauh-jauh hari, terlebih jika akan datang di akhir pekan. Website untuk reservasinya adalah di: Reservasi Pracima Tuin

  • Datanglah pada pagi atau sore hari untuk menghindari panas matahari, aku sendiri memilih sore menjelang senja agar dapat sensasi terang dan gelap.
  • Jangan terlambat, sebab jika kita datang lebih dari 30 menit dari jadwal reservasi kita maka pesanan kita akan direlease ke customer lain
  • Pakailah pakaian dan alas kaki yang nyaman, ada aturan-aturan yang harus ditaati seperti: Harus menggunakan bawahan panjang, tidak diperkenankan mengenakan batik bermotif parang/lereng, tidak diperkenankan mengenakan sendal jepit atau slippers.
  • Masuk melalui pintu barat Pura Mangkunegaran

Jam operasional

Taman Pracima Tuin buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. 

Waktu kunjungan yang bisa dipilih adalah pukul 10.00/12.00/14.30/17.00/19.00. Nantinya kita akan diberikan waktu selama 90 menit/1,5 jam setiap sesinya.

Selain itu, ada syarat pemesanan yang harus dipenuhi yaitu dengan nominal minimal Rp100.000/orang.

Destinasi wajib di Solo

Kalau aku nanti ke Solo lagi, aku pasti akan ke Pracima Tuin. Kehangatan, kedamaian, seolah kita berada pada masa yang berbeda.

Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi

Akhir pekan lalu aku merasakan pengalaman tak biasa dengan naik Kereta api Pangrango menuju Sukabumi dari kota Bogor. Sebagai mantan warga Bogor, seingatku dulu tak senyaman ini kondisinya. 


Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi


Jadwal

Jadwal KA Pangrango dari Stasiun Bogor ke Stasiun Sukabumi adalah sebagai berikut:

  • KA 202 berangkat pukul 08.20 WIB
  • KA 204 berangkat pukul 14.20 WIB
  • KA 206 berangkat pukul 19.55 WIB
  • KA 201 berangkat pukul 05.15 WIB

  • KA 203 berangkat pukul 11.15 WIB
  • KA 205 berangkat pukul 18.30 WIB

Sedangkan jadwal KA Pangrango dari Stasiun Sukabumi ke Stasiun Bogor adalah sebagai berikut:

Harga Tiket

Harga tiket KA Pangrango untuk kelas ekonomi adalah Rp30.000 untuk rute Bogor-Cisaat dan Rp45.000 untuk rute Bogor-Sukabumi. Harga tiket KA Pangrango untuk kelas eksekutif adalah Rp50.000 untuk rute Bogor-Cisaat dan Rp80.000 untuk rute Bogor-Sukabumi.

Lama perjalanan

Perjalanan KA Pangrango dari Stasiun Bogor ke Stasiun Sukabumi memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit. Sungguhlah pelan-pelan sebab medan rel yang kita lewati naik-turun serta berkelok-kelok memutari gunung. 

Stasiun Sukabumi

Sebagai pengguna aktif kereta api, stasiun Sukabumi ini unik menurutku. Ciri khas bangunan tuanya masih terjaga, selain itu lokasinya termasuk di pegunungan. Bayangin aja dulu orang bikinnya pasti sangat repot.

Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi

Stasiun Sukabumi (SI) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Gunungparang, Cikole, Sukabumi, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +584 meter ini adalah stasiun yang lokasinya paling selatan di Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan satu-satunya stasiun kereta api yang berada di Kota Sukabumi.

Stasiun Sukabumi dibangun pada tahun 1884 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS). 

Jalur Kereta Wisata Hindia Belanda

Jalur kereta Bogor-Sukabumi ini dulunya dipakai untuk membawa hasil perkebunan yaitu teh, kopi, dan kina. Selain itu juga dipakai untuk jalur pariwisata.

Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi


Di Sukabumi Kemana?

Yang kulakukan ketika sampai di stasiun Sukabumi adalah kembali menaiki kereta menuju Cianjur. Tapi kalau kamu mau keliling kota, bisa banget. Nggak jauh dari stasiun Sukabumi ada alun-alun, masjid agung, atau ke pasar. Setelah itu bisa deh balik ke Bogor naik kereta Pangrango lagi, misal nggak ingin menginap yah.

Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon

Aku nggak menyangka yang disebut nasi Jamblang Cirebon adalah mirip nasi rames. Makanan khas Cirebon ini aku santap di tempat yang tersembunyi (Hidden gem) yaitu di nasi jamblang Pelabuhan.

Kuliner Legendaris

Dalam rangka walking tour sejarah kota Cirebon, aku memang menyusuri setiap sudut kota. Salah satu yang kulewati kala itu adalah nasi Jamblang Pelabuhan. Karena sudah makan, aku berjanji bakal ke tempat ini keesokan harinya untuk makan siang. 

Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon


Cirebon, kota bersejarah di Jawa Barat, terkenal dengan berbagai pesonanya, termasuk kulinernya yang unik dan lezat. Salah satu hidangan ikonik yang wajib dicoba adalah nasi jamblang. Saking legendnya, bahkan sampai ada lagunya loh yang dijadikan soundtrack kereta api kalau berhenti di Cirebon yaitu ‘Sega Jamblang’.

Di antara berbagai tempat makan nasi jamblang di Cirebon, Nasi Jamblang Pelabuhan (Hj. Sumarni) memiliki daya tarik tersendiri. Terletak di dekat Pelabuhan Cirebon, warung nasi ini telah memanjakan lidah para pecinta kuliner sejak tahun 1970.

Hidden Gem

Hidden gem dalam arti sesungguhnya karena lokasinya tersembuyi melewati gerbang kweccill. Bahkan saking ragu, aku bertanya ke ojol tentang lokasi pintu masuknya. 

Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon

Nasi Jamblang Pelabuhan tidak memiliki interior mewah. Kesederhanaan warung ini justru menjadi daya tariknya. Pengunjung dapat merasakan suasana tradisional yang autentik, duduk di bangku kayu dan meja panjang, menikmati hidangan bersama para penikmat nasi jamblang lainnya.

Kelezatan Nasi Jamblang dengan Beragam Lauk Pauk

Seperti nasi jamblang pada umumnya, nasi putih hangat dibungkus daun jati, menghadirkan aroma harum yang khas. Pengunjung dapat memilih berbagai lauk pauk yang menggoda selera, mulai dari sayur lodeh, tempe goreng, tahu goreng, bakwan sayur, perkedel, hingga lauk berprotein seperti sate, ayam goreng, daging sapi, ikan asin, dan sambal goreng. Aku sendiri memilih tempe goreng dooonggg, dan empal. 

Pengunjung yang datang langsung mengambil lauk sendiri-sendiri, lalu menuju kasir. Untung saja meski warungnya nampak sederhana tapi bisa mmebayar dengan QRIS.

Cita Rasa Istimewa dan Harga Terjangkau

Setiap lauk pauk di Nasi Jamblang Pelabuhan memiliki cita rasa istimewa, hasil resep turun-temurun yang dijaga kelestariannya. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar berpadu dengan aroma daun jati, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Harga yang ditawarkan di Nasi Jamblang Pelabuhan tergolong terjangkau, sesuai dengan porsi dan kualitas rasa yang disajikan. Aku sendiri habis 30ribuan kalau nggak salah. 



Lokasi

Alamat: Jl. Yos Sudarso No.1, Panjunan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111, Indonesia

Lokasinya di tengah kota, sesuai namanya di dekat pelabuhan dan beberapa tempat penting bersejarah. Untuk parkiran sangat aman, karena cukup luas. Warung ini buka dari jam 6 pagi hingga 4 sore.

warung pi'an tegal


Namanya Warung Makan Pi’an, yang melegenda sebagai “Rajanya Nasi Lengko” di Tegal. Setiap ke luar kota, aku cobain warung-warung legendnya nih, tak ketinggalan saat mampir sejenak di Tegal.

Sejarah

Warung ini bukan sembarang warung makan. Didirikan oleh Nurachman, Warung Makan Pi’an telah melewati tiga generasi dan kini dikelola oleh Budi Santoso dan Budi Raharjo. Dedikasi mereka dalam menjaga cita rasa khas selama hampir satu abad inilah yang membuat warung ini begitu dicintai masyarakat Tegal dan sekitarnya.

Menawarkan hidangan sederhana namun kaya rasa, Warung Makan Pi’an menjadi primadona bagi para pecinta kuliner. Menu andalan mereka adalah nasi lengko, sajian nasi putih yang dipadukan dengan berbagai lauk pauk seperti irisan tahu goreng, tempe goreng, tauge, mentimun, irisan telur rebus, dan sambal terasi yang pedas gurih. Rasanya yang begitu autentik dan mengenyangkan membuat nasi lengko Warung Makan Pi’an tak tertandingi. Beda loh nasi lengko yang ini dengan versi nasi lengko Cirebon. 

Menu Warma Pi’an

warung pi'an tegal


Selain nasi lengko, warung ini juga menawarkan berbagai menu lain yang tak kalah menggoda, seperti:

  • Sate kambing muda: Daging kambing muda yang empuk dibakar dengan bumbu rempah khas, disajikan dengan lontong dan sambal kecap yang segar.
  • Gulai kambing: Perpaduan daging kambing, santan, dan rempah-rempah yang dimasak dengan sempurna, menghasilkan cita rasa gurih yang kaya dan menghangatkan.
  • Sop ayam: Sup ayam bening dengan kaldu gurih dan isian ayam kampung yang melimpah, cocok untuk menghangatkan tubuh di kala hujan.
  • Ayam bakar: Ayam bakar yang dibumbui dengan bumbu kuning khas, menghasilkan rasa gurih dan aroma yang menggoda.
  • Nasi campur: Bagi yang ingin mencicipi berbagai hidangan sekaligus, nasi campur adalah pilihan yang tepat. Sepiring nasi putih ditemani dengan berbagai lauk pauk seperti ayam goreng, tempe orek, dan sambal goreng ati.
  • Pisang goreeeenggg, ini aku suka banget sampe bungkus.
warung pi'an tegal

Harga

Tak hanya rasa yang lezat, Warung Makan Pi’an juga terkenal dengan harganya yang ramah di kantong. Tak heran, warung ini selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran. Aku makan di sana pas jam makan siang, dan memang ramai. Untuk pembayaran sudah bisa pakai Qris.

warung pi'an tegal

Lokasi

Bagi kamu yang sedang berlibur di Tegal, tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Warung Makan Pi’an dan mencicipi legenda kuliner yang satu ini. Warung Makan Pi’an memiliki suasana yang sederhana dan tradisional, membawa kamu kembali ke era kejayaan kuliner Tegal tempo dulu.

alamat: Jl. Kh. Zaenal Arifin, Panggung, Kec. Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah 52122 (sebelah utara stasiun kereta api Tegal).





Akhirnya mencoba menaiki kereta Batara Kresna dari stasiun Solo Kota menuju Stasiun Wonogiri. Kereta api lokal ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Surakarta dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Rangkaian Kereta

Kereta yang aku naiki ini menggunakan rangkaian kereta rel diesel (KRD) yang terdiri dari dua kereta penumpang dengan kapasitas total 100 penumpang. Hal yang membuatku kaget adalah “kereta ini lambat banget” ahhaha karena terbiasa naik KRL atau MRT. Ternyata kecepatan maksimalnya cuma 60 km/jam, tetapi kecepatan rata-rata kereta api ini hanya sekitar 30-40 km/jam. Perjalanan dari Solo ke Wonogiri menggunakan Kereta Api Batara Kresna memakan waktu sekitar 1.5 jam. Lumayan banget sih, aku sempat balas-balas email dan meeting di kereta.

Stasiun

Kereta Api Batara Kresna melewati 5 stasiun, yaitu:

  • Stasiun Purwosari
  • Stasiun Solo Kota
  • Stasiun Sukoharjo
  • Stasiun Pasar Nguter
  • Stasiun Wonogiri

Tarifnya yang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp4.000,- per orang untuk sekali perjalanan membuat aktivitas ini menurutku seru dilakuin kalau kamu lagi traveling ke Solo. Kereta api ini menjadi pilihan transportasi yang populer bagi masyarakat Solo dan Wonogiri, terutama bagi mereka yang ingin bepergian dengan biaya yang murah dan nyaman.

Jadwal

Berikut adalah jadwal Kereta Api Batara Kresna rute Solo-Wonogiri PP per 2 Oktober 2023:

Dari Purwosari

  • Keberangkatan 1: 06.00 WIB
  • Tiba di Wonogiri: 07.45 WIB
  • Berangkat dari Wonogiri: 08.00 WIB
  • Tiba di Purwosari: 09.45 WIB

Dari Wonogiri

  • Keberangkatan 1: 08.00 WIB
  • Tiba di Purwosari: 09.45 WIB
  • Berangkat dari Purwosari: 10.00 WIB
  • Tiba di Wonogiri: 11.45 WIB

Keunikan Kereta Api Batara Kresna

Kereta Api Batara Kresna juga menjadi salah satu atraksi wisata di Solo. Banyak wisatawan yang tertarik untuk menaiki kereta api ini karena keunikannya dan juga pemandangan yang ditawarkan selama perjalanan. Bisa sedikit berimajinasi di film Ghibli deh kalau berangkat dari Solo yang jam 6.21 WIB. 

Kereta Batara Kresna


Aktivitas di Wonogiri

Kalau kita cuma penasaran dengan sensasi naik keretanya, bisa saja sih langsung balik lagi ke Solo. Tapi kalau mau jalan-jalan sebentar, di depan stasiun ada angkot-angkot mangkal yang bisa mengantarkan ke tengah kota. Di area depan stasiun pun sebenarnya cukup ramai kalau kita sekadar ingin jajan atau sarapan.


Mager banget ke Depok kalau nggak karena penasaran menelusuri wisata sejarah di Rumah Cimanggis. Nyaris ambruk bahkan digusur, rumah yang sudah ada sejak zaman VOC ini kini telah direvitalisasi menjadi sangat cantik.

Sejarah

Terletak di dalam kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia, Rumah Cimanggis atau Gedong Tinggi berdiri kokoh sebagai saksi bisu sejarah panjang Depok. Dibangun pada tahun 1771-1775 oleh Petrus Albertus van der Parra, seorang petinggi VOC, rumah ini dulunya merupakan tempat peristirahatan bagi sang istri yang bernama Yohanna.

rumah cimanggis


Setelah Yohanna meninggal, rumah tersebut sempat diserahkan pada seorang pengusaha bernama David Smith. Namun setelah David Smith bangkrut, tidak ada catatan terkait siapa pemilik rumah Cimanggis tersebut. Pada tahun 1946-1947, rumah tersebut digunakan sebagai markas Belanda terutama saat agresi militer pertama.

Lokasi Strategis

Zaman dahulu kala saat rumah ini didirikan, tempat ini sangat strategis. Pasar Cimanggis yang dimiliki oleh Yohanna, pada zaman Belanda dulu dijadikan sebagai tempat peristirahatan bagi mereka yang tengah dalam perjalanan dari Batavia (Jakarta) menuju Bogor. Pasar ini juga menjadi pintu yg membuka perekonomian di daerah setempat. Masyarakat mulai menjual segala kebutuhan sehari-hari di pasar ini kala itu.

rumah cimanggis


Setelah Revitalisasi

Aku ke rumah Cimanggis di tahun 2024, kondisinya sungguh sangt cantik. Tentu tak mudah melakukan revitalisasi bangunan dan area yang sudah rusak parah. Sampai saat ini memang belum dibuka untuk umum, tapi dapat digunakan untuk keperluan terbatas dengan seijin Universitas Islam Internasional Indonesia.

Jika kamu mendapatkan kesempatan untuk masuk, harap untuk tertib. Jangan sampai meninggalkan jejak di tempat yang sudah dipercantik mendekati aslinya ini. Saat aku kesana masih belum banyak perabot, tapi bagaimanapun…meski cuma lantaipun,,,semuanya telah diperhitungkan jadi jangan sampai kita kotori.

rumah cimanggis

Lokasi

Jl. Umum, Cisalak, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16416

Untuk kesini kita bisa menggunaka KRL hingga stasiun Depok lalu disambung ojek online. Harap sabar dengan kemacetan Depok yang luar biasa. Meskipun kalau kita googling akan mendapatkan nama 'museum' untuk rumah ini, tapi sejatinya masih belum menjadi museum hingga tulisan ini dibuat.

museum taman prasasti

Menelusuri jejak freemason di Jakarta kuawali dari Museum Taman Prasasti. Ini merupakan pengalaman pertama kalinya aku mengunjungi taman pemakaman tertua di Batavia. Bahkan sepertinya aku belum pernah melewati area Museum Taman Prasasti sebelumnya, padahal lokasinya tak jauh dari Monas. Seperti ziarah pada umumnya, dari kunjungan ke sini aku belajar sejarah sekaligus mengingat kematian.

Sejarah Museum Taman Prasasti

Museum Prasasti adalah destinasi wisata sejarah yang berisi prasasti para tokoh dalam perkembangan kota Jakarta dari masa Batavia di abad ke 17. Museum ini awalnya merupakan sebuah area pemakaman umum yang bernama Kebon Jahe Kober dengan luas 5,5 hektar yang dibangun pada tahun 1795 untuk bisa menggantikan kuburan yang lainnya yang terletak di samping Gereja Nieuw Hollandsche Kerk, dan sekarang ini berubah nama menjadi Museum Wayang karena sudah penuh. 

Di tanggal 9 Juli tahun 1977 (masa Gubernur Ali Sadikin), pemakaman Kebon Jahe Kober ini sendiri dijadikan sebagai sebuah museum. Jenazah di dalamnya dipindahkan, jadi yang tertinggal sekarang hanya nisan-nya saja. 

Berburu Simbol Freemason di Museum Taman Prasasti

Sejak memasuki area lobby, nuansa freemansory itu sudah nampak jelas. Batu-batu nisan ini dulunya posisinya tertidur (kalau pernah nonton film Sherlock Holmes pasti paham). Nah di atas nisan batu ini banyak ukiran berupa kata-kata maupun simbol. 

museum taman prasasti


Ada Makam Siapa Saja di Museum Taman Prasasti?

Selain simbol-simbol freemason yang membuat kita menjadi memikirkan banyak hal, belajar sejarah dari tokoh-tokoh penting orang yang dikuburkan di dalamnya juga seru. Ada siapa saja?

museum taman prasasti


Pendiri STOVIA

Beliau ini merupakan seorang pendiri sebuah sekolah dokter pada masa Hindia Belanda yang terbilang sangat terkenal, yaitu School Tot Opleiding Ban Inlandsche Artsen, dan biasanya dikenal dengan STOVIA. STOVIA ini sendiri juga menjadi sebuah cikal bakal dari Fakultas kedokteran di Universitas Indonesia.

Peti Jenazah Soekarno dan Hatta

Ada bangunan semacam saung yang berisi 2 peti dalam kotak transparan. Peti jenazah tersebut dulunya digunakan untuk membawa jenazah Ir. Soekarno dan juga Drs. Mohammad Hatta.

Katedral Hijau

Nisan paling mencolok karena bentuknya seperti katedral dan berwarna hijau. Nisan ini dibuat untuk menghargai jasa Panglima Perang bernama JJ Pierrie yang dinilai sangat berjasa bagi pemerintah Belanda pada perang Jawa.

Kapiten Jas

Kata bapak juru kunci, satu-satunya jenazah yang belum dipindahkan dari makam ini adalah milik kapiten Jas. Alasannya karena katanya dulunya serem di bawah pohon besar. Kalau mau pakai logika sih, karena di bawah pohon besar maka akar-akar pohon sudah merangsek ke kuburan jadinya sulit buat buka makam hehehe.

Pieter Erberveld

Prasasti paling serem sih karena ada tengkoraknya ditombak gitu. Pieter Erberveld yang merupakan seorang keturunan dari Belanda-Siam dimana memiliki rencana untuk berontak serta melakukan makar di pemerintahan Hindia Belanda, dengan cara menggalang dukungan kaum pribumi.

Namun sayang, rencananya tersebut diketahui sehingga dirinya ditangkap kemudian dihukum mati dengan kedua tangan dan juga kakinya ditarik 4 ekor kuda (kalau nonton Pengabdi Setan 2 kebayang deh). Pada atas tembok tersebut dulunya ditancapkan penggalan dari kepala Pieter kemudian di dindingnya dipasang prasasti yang isinya intinya peringatan jangan main-main sama Belanda.

Olivia Mariamne Raffless

Makan istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffless ini bentuknya seperti mimbar, lebih tinggi dari makam di sekitarnya. Olivia meninggal karena malaria di usia 40an. Yang menarik, tepat di samping makam Olivia terdapat makam Leyden yang merupakan sahabat Raffles dan konon selingkuhan Olivia.

museum taman prasasti


Soe Hok Gie

Makam orang Indonesia yang kukenal dan kukunjungi di sini cuma Soe Hok Gie, eh tapi kenapa bayanganya NicSap ya. Jadi Gie meninggal karena menghirup kawah beracun di gunung Semeru sehari sebelum ulang tahunnya. Ketika tahun 77 pemakaman ini akan dijadikan museum, jenazah Soe Hok Gie dikremasi dan abunya ditaburkan di lembah Mandalawangi. 

Kenapa Soe Hok Gie bisa dimakamkan di sini? Kayaknya aku harus ke sana lagi buat tanya ke juru kuncinya.

museum taman prasasti


J.H.R Kohler

Pahlawan perang Aceh bagi Belanda, dia mati karena kecerobohannya menyerang masjid Baiturrahman yangs edang ramai penduduk. Makanya di nisanya ada simbol ular menggigit ekornya sendiri. Pada tahun 1976 pemakaman ini digusur dan setelah 2 tahun terkatung-katung di Kedutaan Besar Belanda akhirnya mayat Köhler dimakamkan di Kerkhoff, Banda Aceh.

JLA Brandes

Nisan yang menurutku paling unik karena mirip candi. Ternyata ini adalah pemakaman seorang ahli sastra Jawa kuno yang terkenal berkat temuannya yakni manuskrip Kakawin Nagarakertagama di Puri Cakranegara Lombok tahun 1894. 

Alamat

Jl. Tanah Abang I no.1
Jakarta Pusat

Telp. 021-6902387

Jam Kunjungan

Selasa-Minggu 08.00-16.00
Hari besar dan hari senin tutup

Tiket

Dewasa Rp 5.000
Mahasiswa Rp 3.000
Pelajar Rp 2.000

Mencari Simbol Freemason di Luar Museum Taman Prasasti

Setelah dari museum Taman Prasasti, aku mengunjungi lokasi-lokasi lain yang memiliki simbol-simbol freemason di Jakarta. Aku akan ceritakan pada tulisan selanjutnya ya. Dari kunjungan ke Pemakaman Taman Prasasti yang sekarang sudah menjadi museum ini, aku belajar bahwa suatu hari aku juga akan terbaring seperti mereka. Freemason berbeda dengan iluminati maupun yahudi, meski beberapa simbol punya kesamaan. Orang-orang penting dari berbagai kalangan yang dimakamkan di sini menunjukan bahwa Freemason adalah semacam golden ticket di masa itu guna memperluas networking demi kehidupan yang lebih baik.

museum taman prasasti
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • Buku Catatan Junghuhn Berkeliling Pulau Jawa
  • Pracima Tuin Mangkunegaran
  • Toko Monas
  • Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi
  • Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon

Categories

  • Buku 1
  • Gastronomi 4
  • Sejarah 4
  • Traveling 3
  • Walking tour 7
Diberdayakan oleh Blogger.

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template