Tur sejarah biasanya aku lakukan ke rumah pahlawan, atau tempat cagar budaya dengan dipandu guide dari provider tur atau kawan yang lebih tahu. Namun kali ini saat tur sejarah ke Wisma Habibie & Ainun, rasanya seperti benar-benar bertamu. Yang menyambut di pintu depan adalah keluarga, para cucu eyang Habibie & Ainun. 2 jam yang tidak sia-sia untuk mendengarkan cerita yang semakin membuat aku merasa mengenal tokoh nasional yang satu ini.
Benar-Benar Rumah Beliau
Tempat ini bukan galeri, bukan museum, ini masih adalah rumah yang menjadi banyak saksi peristiwa sejarah. Dan kebermanfaatan itu dirasakan olehku sebagai rakyat Indonesia yang diperkenankan masuk.
Tur Sejarah
Room tour mungkin lebih cocok ya, tapi saking banyaknya hal yang bisa diceritakan...durasinya bisa 2 jam sendiri. Setiap sudut, setiap benda, ada narasinya. Memanglah cucu-cucu eyang ini cerdas-cerdas banget dan punya passion untuk berbagi yang kuat.
Tur sejarah tidak diadakan secara rutin, pantau saja instagram resmi Wisma Habibie & Ainun. Biaya turnya 200an ribu, dengan durasi 2 jam. Untuk tiket, tidak ada walk in atau on the spot ya..jadi harus reservasi dulu.
Karena kita ini bertamu, maka peserta tur diwajibkan berpakaian rapi. Mengenakan batik atau wastra Indonesia serta bersepatu. Selama tur kita harus tertib ya, mengikuti alur yang ditentukan. Jangan belok-belok sendiri apalagi masuk ruangan yang ngga bagian dari rute tur. Foto dan video boleh kok dengan smartphone, tapi jangan terus-terusan sepanjang tur ya...apalagi sambil video call atau live streaming.
Karena kita ini bertamu, maka peserta tur diwajibkan berpakaian rapi. Mengenakan batik atau wastra Indonesia serta bersepatu. Selama tur kita harus tertib ya, mengikuti alur yang ditentukan. Jangan belok-belok sendiri apalagi masuk ruangan yang ngga bagian dari rute tur. Foto dan video boleh kok dengan smartphone, tapi jangan terus-terusan sepanjang tur ya...apalagi sambil video call atau live streaming.
Kita akan diajak berkeliling dan diceritain langsung sama cucu Eyang. Ada area lobby yang disebut Ruang Bhineka Tunggal Ika, dibelakangnya ada selasar dengan panel-panel agama. Jembatan pencerahan menghubungkan selasar dengan Perpustakaan yang berisi 5000 buku serta replika-replika pesawat. Taman di luar perpustakaan adalah Taman Intelektual, cocok banget buat menikmati sore secara outdoor menyaksikan langit Jakarta berubah menjadi jingga.
Alamat
Wisma Habibie & Ainun mudah sekali dijangkau dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum (sangat dekat dengan stasiun LRT Kuningan), maupun ojek online.





0 komentar