Sebuah perjalanan yang tak direncanakan dan sebenarnya ini adalah rute jalan kaki yang biasa. Bagaimana tidak, berkali-kali aku lewat tempat ini tapi baru sekarang menyadari kalau pagar ini sudah ada sejak 1753.
Benteng atau Fort yang sekarang jadi pagar Rumah Tahanan tersebut merupakan cikal bakal bangunan permanen di kawasan budaya Jetayu kota Pekalongan kalau aku lihat di peta tahun 1790. Bahkan di lukisan serta denah tahun 1753, area tersebut masih berupa tanah kosong dengan sedikit sawah di sebelah barat dan ada sungai serta parit.
Tentulah akan lapang sekali memandang pelabuhan di timur laut sana serta laut jawa di utara. Kamu juga bisa dengan mudah menjelajah Fort Peccalongan ini, mudah saja karena areanya termasuk rapi dengan trotoar.
Di sekitar benteng ada museum batik, kantor pos, atau kuliner Limun oriental yang legendaris itu. Kalau mau makan bakso serta es teh sambil lihatin benteng juga bisa banget. Aku kasih panduan walking tournya di sini:

0 komentar