Pegikemana

Menelusuri Jejak, Merangkai Cerita

  • Home
  • Traveling
    • Museum
    • Walking Tour
      • Indonesia
      • Overseas
      • Candi
    • Gastronomi
  • Book
  • About

Pracima Tuin

Taman Pracima Tuin Mangkunegaran Solo membuatku merasa tenang sekali menikmati pergantian dari siang ke malam. Datang kesini berarti menikmati keindahan nuansa jawa yang kental, arsitektur yang cantik, serta makanan yang tak biasa kutemui di luaran sana. 

Tentang Taman Pracima Tuin

Kota Solo selalu memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Selain memiliki berbagai macam destinasi wisata sejarah dan budaya, kota ini juga memiliki banyak ruang terbuka hijau yang asri dan nyaman untuk dikunjungi. Salah satu destinasi wisata baru di Kota Solo yang patut dikunjungi adalah Taman Pracima Tuin.

Pracima Tuin

Pracima Tuin artinya taman di barat, karena letaknya di barat Puro Mangkunegaran. Taman ini dibangun pada masa Mangkunegoro VII pada tahun 1920-an. Mangkunegoro VII terinspirasi dari taman Kota di Belanda saat beliau bersekolah di sana. Awalnya merupakan taman pribadi keluarga Mangkunegaran, namun kini dibuka untuk umum.

Pracima Tuin


Aktifitas Seru di Taman Pracima Tuin

Taman Pracima Tuin memiliki luas sekitar 2 hektar. Taman ini dikelilingi oleh pepohonan rindang yang membuat suasananya menjadi sejuk dan asri. Selain itu, terdapat juga beberapa bangunan bersejarah, seperti gazebo, air mancur, dan kolam.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan di Taman Pracima Tuin:

  • Bersantai dan menikmati suasana
  • Berfoto, namun untuk keperluan komersil pastikan sudah meminta izin ke manajemen Pracima Tuin
  • Berwisata kuliner

Menu Makanan Pracima Tuin


Hidangan Pembuka

  • Brubus (Rp35.000): Daging giling, bawang putih dan merah, ketumbar dibungkus sawi putih, sambal kencur dan areh santan.
  • Urap Pitik Linting (Rp30.000): Campuran sayur urap, kenikir, bunga turi, melanding, kecombrang, tauge, buncis, dan kelapa urap disajikan dengan ayam linting marinasi resep kuno dan saus cuka.
  • Lidah Sapi Goreng (Rp40.000): Lidah yang dimarinasi dengan air rempah dan bawang, digoreng dan disajikan dengan taburan bawang goreng.
  • Bakwan Jagung (Rp25.000): Camilan berbahan dasar jagung, telur, dan sedikit tepung. Makanan ini merupakan warisan kuliner yang dipengaruhi oleh kuliner Spanyol dan Portugis.
  • Selad Tomat Kaliyan Keju (Rp50.000): Keju yang terbuat dari susu sapi segar diolah menjadi keju Ricota dengan rasa lada hitam, disajikan dengan irisan tomat segar, jagung salsa, dan remahan olive hitam kering.
  • Huzarensla (Rp45.000): Selad dengan isi kentang, wortel, dibalut dengan mayo lalu disajikan dengan pithik linting, selada, acar, kubis, nanas madu, tomat, bengkoang, acar bombay.

Sop

Sop Daging Rempah (Rp55.000): Kaldu sapi yang dibuat dengan campuran rempah dan disajikan dengan daging kisi kembang, wortel, tomat, dan taburan daun bawang.

Sop Jamur Kenthel (Rp55.000): Terbuat dari kaldu jamur lalu dimasak dengan campuran jamur kemudian dihaluskan untuk mendapatkan konsistensi sup kental, ditambah topping roti garing dan renyah.

Menu Dedhaharan Utama (Makanan Utama)

Pepes Grameh Kemangi (Rp85.000): Ikan gurame segar tanpa tulang dibumbui dengan bawang putih dan merah, kemiri, cabai, kemangi, irisan jamur, tomat ceri, jeruk nipis, dan disajikan dengan nasi gurih.

Lidah Gongso (Rp100.000): Lidah yang diproses dengan pengasapan dan teknik memasak dengan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil rasa yang sangat tebal dan wangi asap yang seimbang, lalu disajikan dengan nasi hangat.

Dendeng Age (Rp155.000):  Daging has dalam dengan potongan tebal dimarinasi dengan resep kalsik atau resep turun temurun dari pemimpin Mangkunegaran terdahulu yang sudah menjadi hidangan kegemaran, disajikan dengan umbi-umbian Jawa.

Sate Pitik (Rp90.000): Sate ayam memakai potongan bagian paha dengan potongan tebal lalu dimarinasi dengan resep klasik, disajikan dengan bumbu kacang, dan nasi.

Iga Goreng Komplit (Rp150.000): Iga sapi dengan proses masak ungkep menggunakan bumbu rempah klasik, disajikan dengan sambal terong, sayuran, dan nasi hangat.

Menu Unjukan (Minuman)

Kunyit Asam (Rp25.000): Kunyit adalah salah satu rempah nusantara yang sering dipakai oleh nenek moyang, dipakai di bahan makanan atau minuman dicampur dengan asam jawa yang khas, gula aren serta sedikit gula putih dan garam supaya lebih sedap.

Beras Kencur (Rp25.000): Minuman tradisional yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, terbuat dari bahan-bahan pilihan berkualitas untuk rasa yang segar, berbahan utama beras, kencur, jahe emprit, kunyit, asam jawa, gula jawa, gula aren, gula pasir, dan garam.

Sinom (Rp25.000): Sinom terbuat dari bagian tanaman asam, yakni bagian daunnya yang masih muda. Sinom sendiri memiliki rasa yang lebih light dan tidak terlampau asam. Gula jawa dan gula pasir mampu menyeimbangkan rasa menjadi lebih nikmat dan segar.

Pareanom (Rp35.000): Keunikan rasa jeruk baby java, jeruk siyem madu, serta jeruk lemon dipadupadankan dengan simple syrup dan kolang-kaling menjadikan rasa minuman yang segar.

Wedang Rempah Jahe (Rp30.000): Cuaca yang tidak menentu sering kali membuat tubuh kita mudah drop, orang Jawa kuno sering menggunakan rempah jahe untuk menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh, dipadupadankan dengan pekak, kapulaga, kayu manis, cengkih, jahe emprit, yang dikupas dan dicuci bersih, serta dicampur sirup dan sereh.

Wedang Rempah Lemon (Rp30.000): Lemon dikenal dengan sejuta khasiatnya, rempat-rempah nusantara pekek, kapulaga, kayu manis, cengkih, jahe emprit, serta sereh menjadi pilihan yang tepat untuk musim penghujan.

Es Dawet Selasih (Rp35.000): Dawet ayu dikombinasikan dengan bubur ketan hitam, bubur sumsum, gula dawet putih, dan disajikan dengan kuah santan.

Es Tape Ijo (Rp35.000): Olahan yang sangat nikmat terbuat dari tape ketan hijau dicampur dengan kuah santan, simple syrup serta kondimen lain seperti bubur sumsum dan potongan roti tawar menjadikan minuman es tape ijo ini memiliki karakter yang unik.

Es Belimbing Wuluh (Rp35.000): Belimbing wuluh tidak hanya digunakan untuk masakan saja, namun biasanya juga digunakan untuk membuat minuman segar yang mampu untuk menurunkan kadar gula darah, sifatnya yang bukan merupakan buah musiman menjadikannya mudah ditemui di mana saja sepanjang waktu.

Teh Pracimasana (Rp30.000): Sejarah minum teh dari Praja Mangkunegaran sejak dari zaman Pengageng Puro Mangkunegaran sebelum-sebelumnya memang begitu lekat, kejayaan perkebunan keluarga kerajaan, yakni Perkebunan Kemuning yang coba dihadirkan kembali, dipadukan dengan kekayaan rempah nusantara, sepert secang, kayu manis, cengkih, jeruk nipis, dan madu menjadikan Teh Pracimasana yang begitu nikmat.

Mineral water (Rp30.000)

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk berkunjung ke Taman Pracima Tuin:

  • Reservasi jauh-jauh hari, terlebih jika akan datang di akhir pekan. Website untuk reservasinya adalah di: Reservasi Pracima Tuin

  • Datanglah pada pagi atau sore hari untuk menghindari panas matahari, aku sendiri memilih sore menjelang senja agar dapat sensasi terang dan gelap.
  • Jangan terlambat, sebab jika kita datang lebih dari 30 menit dari jadwal reservasi kita maka pesanan kita akan direlease ke customer lain
  • Pakailah pakaian dan alas kaki yang nyaman, ada aturan-aturan yang harus ditaati seperti: Harus menggunakan bawahan panjang, tidak diperkenankan mengenakan batik bermotif parang/lereng, tidak diperkenankan mengenakan sendal jepit atau slippers.
  • Masuk melalui pintu barat Pura Mangkunegaran

Jam operasional

Taman Pracima Tuin buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. 

Waktu kunjungan yang bisa dipilih adalah pukul 10.00/12.00/14.30/17.00/19.00. Nantinya kita akan diberikan waktu selama 90 menit/1,5 jam setiap sesinya.

Selain itu, ada syarat pemesanan yang harus dipenuhi yaitu dengan nominal minimal Rp100.000/orang.

Destinasi wajib di Solo

Kalau aku nanti ke Solo lagi, aku pasti akan ke Pracima Tuin. Kehangatan, kedamaian, seolah kita berada pada masa yang berbeda.

Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi

Akhir pekan lalu aku merasakan pengalaman tak biasa dengan naik Kereta api Pangrango menuju Sukabumi dari kota Bogor. Sebagai mantan warga Bogor, seingatku dulu tak senyaman ini kondisinya. 


Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi


Jadwal

Jadwal KA Pangrango dari Stasiun Bogor ke Stasiun Sukabumi adalah sebagai berikut:

  • KA 202 berangkat pukul 08.20 WIB
  • KA 204 berangkat pukul 14.20 WIB
  • KA 206 berangkat pukul 19.55 WIB
  • KA 201 berangkat pukul 05.15 WIB

  • KA 203 berangkat pukul 11.15 WIB
  • KA 205 berangkat pukul 18.30 WIB

Sedangkan jadwal KA Pangrango dari Stasiun Sukabumi ke Stasiun Bogor adalah sebagai berikut:

Harga Tiket

Harga tiket KA Pangrango untuk kelas ekonomi adalah Rp30.000 untuk rute Bogor-Cisaat dan Rp45.000 untuk rute Bogor-Sukabumi. Harga tiket KA Pangrango untuk kelas eksekutif adalah Rp50.000 untuk rute Bogor-Cisaat dan Rp80.000 untuk rute Bogor-Sukabumi.

Lama perjalanan

Perjalanan KA Pangrango dari Stasiun Bogor ke Stasiun Sukabumi memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit. Sungguhlah pelan-pelan sebab medan rel yang kita lewati naik-turun serta berkelok-kelok memutari gunung. 

Stasiun Sukabumi

Sebagai pengguna aktif kereta api, stasiun Sukabumi ini unik menurutku. Ciri khas bangunan tuanya masih terjaga, selain itu lokasinya termasuk di pegunungan. Bayangin aja dulu orang bikinnya pasti sangat repot.

Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi

Stasiun Sukabumi (SI) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Gunungparang, Cikole, Sukabumi, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +584 meter ini adalah stasiun yang lokasinya paling selatan di Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan satu-satunya stasiun kereta api yang berada di Kota Sukabumi.

Stasiun Sukabumi dibangun pada tahun 1884 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS). 

Jalur Kereta Wisata Hindia Belanda

Jalur kereta Bogor-Sukabumi ini dulunya dipakai untuk membawa hasil perkebunan yaitu teh, kopi, dan kina. Selain itu juga dipakai untuk jalur pariwisata.

Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi


Di Sukabumi Kemana?

Yang kulakukan ketika sampai di stasiun Sukabumi adalah kembali menaiki kereta menuju Cianjur. Tapi kalau kamu mau keliling kota, bisa banget. Nggak jauh dari stasiun Sukabumi ada alun-alun, masjid agung, atau ke pasar. Setelah itu bisa deh balik ke Bogor naik kereta Pangrango lagi, misal nggak ingin menginap yah.

Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon

Aku nggak menyangka yang disebut nasi Jamblang Cirebon adalah mirip nasi rames. Makanan khas Cirebon ini aku santap di tempat yang tersembunyi (Hidden gem) yaitu di nasi jamblang Pelabuhan.

Kuliner Legendaris

Dalam rangka walking tour sejarah kota Cirebon, aku memang menyusuri setiap sudut kota. Salah satu yang kulewati kala itu adalah nasi Jamblang Pelabuhan. Karena sudah makan, aku berjanji bakal ke tempat ini keesokan harinya untuk makan siang. 

Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon


Cirebon, kota bersejarah di Jawa Barat, terkenal dengan berbagai pesonanya, termasuk kulinernya yang unik dan lezat. Salah satu hidangan ikonik yang wajib dicoba adalah nasi jamblang. Saking legendnya, bahkan sampai ada lagunya loh yang dijadikan soundtrack kereta api kalau berhenti di Cirebon yaitu ‘Sega Jamblang’.

Di antara berbagai tempat makan nasi jamblang di Cirebon, Nasi Jamblang Pelabuhan (Hj. Sumarni) memiliki daya tarik tersendiri. Terletak di dekat Pelabuhan Cirebon, warung nasi ini telah memanjakan lidah para pecinta kuliner sejak tahun 1970.

Hidden Gem

Hidden gem dalam arti sesungguhnya karena lokasinya tersembuyi melewati gerbang kweccill. Bahkan saking ragu, aku bertanya ke ojol tentang lokasi pintu masuknya. 

Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon

Nasi Jamblang Pelabuhan tidak memiliki interior mewah. Kesederhanaan warung ini justru menjadi daya tariknya. Pengunjung dapat merasakan suasana tradisional yang autentik, duduk di bangku kayu dan meja panjang, menikmati hidangan bersama para penikmat nasi jamblang lainnya.

Kelezatan Nasi Jamblang dengan Beragam Lauk Pauk

Seperti nasi jamblang pada umumnya, nasi putih hangat dibungkus daun jati, menghadirkan aroma harum yang khas. Pengunjung dapat memilih berbagai lauk pauk yang menggoda selera, mulai dari sayur lodeh, tempe goreng, tahu goreng, bakwan sayur, perkedel, hingga lauk berprotein seperti sate, ayam goreng, daging sapi, ikan asin, dan sambal goreng. Aku sendiri memilih tempe goreng dooonggg, dan empal. 

Pengunjung yang datang langsung mengambil lauk sendiri-sendiri, lalu menuju kasir. Untung saja meski warungnya nampak sederhana tapi bisa mmebayar dengan QRIS.

Cita Rasa Istimewa dan Harga Terjangkau

Setiap lauk pauk di Nasi Jamblang Pelabuhan memiliki cita rasa istimewa, hasil resep turun-temurun yang dijaga kelestariannya. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar berpadu dengan aroma daun jati, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Harga yang ditawarkan di Nasi Jamblang Pelabuhan tergolong terjangkau, sesuai dengan porsi dan kualitas rasa yang disajikan. Aku sendiri habis 30ribuan kalau nggak salah. 



Lokasi

Alamat: Jl. Yos Sudarso No.1, Panjunan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111, Indonesia

Lokasinya di tengah kota, sesuai namanya di dekat pelabuhan dan beberapa tempat penting bersejarah. Untuk parkiran sangat aman, karena cukup luas. Warung ini buka dari jam 6 pagi hingga 4 sore.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • Buku Catatan Junghuhn Berkeliling Pulau Jawa
  • Pracima Tuin Mangkunegaran
  • Toko Monas
  • Naik Kereta Pangrango ke Sukabumi
  • Nasi Jamblang Pelabuhan Cirebon

Categories

  • Buku 1
  • Gastronomi 4
  • Sejarah 4
  • Traveling 3
  • Walking tour 7
Diberdayakan oleh Blogger.

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template